Showing posts with label pusi puisi gila. Show all posts
Showing posts with label pusi puisi gila. Show all posts

Sunday, 9 May 2010

Mati Dijalan (obvious)

mati dijalan 
akang takkan pulang
mati dijalan 
jasad dibawa sungai

mati dijalan
janji dibawa kubur
mati dijalan
eneng hancur

mati dijalan 
eneng tertawa
mati dijalan
eneng menjadi gil

nothing else to do
Arinda

NGAKAK SENDIRI JRIT HAHAHA

Thursday, 18 March 2010

Kupandang fajar nan jauh disana
darimana kuberada iya tak tampak
Tertutup kain hati merana
sekujur tubuhku memberontak

Heran kupandangi hari
berlari lari tak karuan 
dingin dan sepi
kuterhanyut dalam haluan

Nyanyian manis waktu 
ajariku sejuta hal baru
dan sekarang kubersabda
takkan menyesali hari hari kita

Kupandang kembali 
kebelakang pilar pilar mati
masihkah ia dapat bernapas
walau hanya sejenak saja
ia terbang halus bagaikan kapas

Akhir perjalanan
akhir pengorbanan
akhir tangan kita bergandengan
sudah waktunya melepaskan

tak lama pulau baru menanti 
adakah cinta lama ini mati?
sudah hal tua, semua bagai putaran
roda hukum sang pencipta alam

dan sekali lagi
Kupandang fajar nan jauh disana
darimana kuberada iya tak tampak
Tertutup kain hati merana
sekujur tubuhku memberontak
adakah waktu mengajariku lagi?


Arinda wijaya

kalo ada yang baca ini, demi Allah gue tau kok jelek, tiga menit dan non bakat=disaster

Thursday, 11 March 2010

Puisi untuk Dunia

Angkat aku ke atas bahumu

Banting aku kembali ke tanah suburmu

Peluk aku seakan kau menyesal

Lepehkanku, aku manusia hina

Telan aku agar ragumu menghilang

Hanyutkanku kedalam sungai rayuanmu

Temukan aku dari gelap malam

Hilangkanku seperti kau buat mati siapa saja

Cintaiku seperti yang kau janjikan

Bunuh aku seperti yang kau harapkan

Bahagiakan aku dengan dustamu

Bohongi aku dengan kebenaranmu

Terbangkan aku

Dunia, jatuhkan aku


Arinda Wijaya